Langsung ke konten utama

Sustainable tourism development



SITI HALMIA
TOURISM MANAGEMENT

Conceptual definition
Sustainable tourism development guidelines and management practices are applicable to all forms of tourism in all types of destinations, including mass tourism and the various niche tourism segments. Sustainability principles refer to the environmental, economic, and socio-cultural aspects of tourism development, and a suitable balance must be established between these three dimensions to guarantee its long-term sustainability.

Thus, sustainable tourism should:
1) Make optimal use of environmental resources that constitute a key element in tourism development, maintaining essential ecological processes and helping to conserve natural heritage and biodiversity.
2) Respect the socio-cultural authenticity of host communities, conserve their built and living cultural heritage and traditional values, and contribute to inter-cultural understanding and tolerance.
3) Ensure viable, long-term economic operations, providing socio-economic benefits to all stakeholders that are fairly distributed, including stable employment and income-earning opportunities and social services to host communities, and contributing to poverty alleviation.

Sustainable tourism development requires the informed participation of all relevant stakeholders, as well as strong political leadership to ensure wide participation and consensus building. Achieving sustainable tourism is a continuous process and it requires constant monitoring of impacts, introducing the necessary preventive and/or corrective measures whenever necessary.
Sustainable tourism should also maintain a high level of tourist satisfaction and ensure a meaningful experience to the tourists, raising their awareness about sustainability issues and promoting sustainable tourism practices amongst them.
Reference:
Making Tourism More Sustainable - A Guide for Policy Makers, UNEP and UNWTO, 2005, p.11-12

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan Berbasis Modal Dasar Di Teluk Biru Banyuwangi

KATA PENGANTAR Puji dan Syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat limpahan Rahmat dan Karunia-Nya sehingga saya dapat menyusun makalah ini dengan baik dan benar, serta tepat pada waktunya. Dalam makalah ini akan dibahas mengenai “ Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan Berbasis Pada Modal Dasar di Teluk Biru Banyuwangi ”. Penyusun menyadari bahwa masih banyak kekurangan yang mendasar pada makalah ini. Oleh karena itu kami berharap kepada pembaca untuk memberikan saran serta kritik yang membangun untuk penyempurnaan makalah kedepannya. Penyusun juga berharap semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi pembaca dan dapat memberikan pengetahuan tentang Sustainable Tourism. Makassar, 25 Oktober 2016 Penulis Kelompok 9 DAFTAR ISI KATA PENGANTA R ............................................................................................................ i DAFTAR ISI ............

WISATA MINAT KHUSUS BERSAMA PULAU ORA

Sumber: www.Ilmitour.com Indonesia merupakan negara maritim dengan ribuan pulau, sehingga menyebabkan Indonesia memiliki ribuan kebudayaan yang beranekaragam. Potensi yang dimiliki Indonesia sangat beragam, khusunya dilihat dari bidang pariwisatanya. Pariwisata di Indonesia sangat potensial apabila dikelola dan dikembangkan dengan baik oleh pemerintah. Hal itu tentunya dapat membantu perekonomian warga negara Indonesia, dan dapat membantu pendapatan negara. Daya Tarik Wisata yang ada di Indonesia merupakan salah satu dari kekayaan alam yang patut untuk dibanggakan. Setiap daerah di Indonesia memiliki keunikan baik dari segi keindahannya maupun adat istiadat yang ada di daerah tersebut sehingga menarik minat wisatawan untuk mengunjunginya. Daerah Maluku memiliki banyak   Daya Tarik Wisata   terutama di   Daerah Maluku Tengah, Seram yang memiliki Wisata Alam diantaranya Pantai Ora. Ora Beach/Pantai Ora merupakan pantai yang terletak di pulau Seram,...

"HEPATIRANGGA" TRADISI TAHUNAN MASYARAKAT WAKATOBI DALAM MENYAMBUT MALAM LAILATUL QODR

Pictuere by : Sarfina Jama Rawao "HEPATIRANGGA"    Menjelang berakhirnya bulan ramadhan masyarakat akan disibukkan dengan beragam aktivitas guna menyambut datangnya hari kemenangan. Setelah kaum muslimin menjalankan ibadah puasa selama sebulan penuh, mereka lalu dianggap telah memenangkan "peperangan", yaitu peperangan melawan hawa nafsu. Selama berpuasa, nafsu terhadap makanan, minuman, dan pemenuhan kebutuhan biologis dikontrol, agar manusia tidak melampaui batas dalam memenuhi ketiga kebutuhan pokok tersebut. Ketika kita mampu mengendalikan nafsu selama berpuasa, maka kita berarti telah memenangkan peperangan. Hari kemenangan tersebut adalah Hari Raya Idul Fitri. Idul fitri berarti kembali menjadi suci, atau kembali ke fitrah. Pada hari itu, kaum muslimin dianggap bebas dari segala dosa dan diibaratkan seperti kertas putih yang tidak memiliki noda. Dikalangan kaum muslimin, hari raya Idul Fitri lebih familiar di istilahkan dengan Lebaran. Banyak ...